Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

Du, Nia! Sebentar lagi status WA sebagian rata kanan.

55

Covid19 dan mesin pencari baru seperti google di sisi lain dan propaganda nasionalisme di sisi lainnya adalah tentang kesempatan di sini dan kerusuhan di amerika Du.

Kekuasaan besar butuh banyak korban bukan soal cinta dan kemanusiaan, ini logika yang ada.

Lagi-lagi “untuk kesejahteraan lebih banyak orang”. alasan yang indah kan?.

Du, Nia, Seperti korban batubara

dan kemungkinan korban UU minerba kedepan, adalah taruhan untuk “layak-tidak masuk dalam persaingan” dan tentang momentum dan kesempatan, merekalah chip sanggong dan bola rollet.

“Pasal 1. Wilayah hukum pertambangan adalah seluruh ruang darat, ruang laut, termasuk ruang dalam bumi, sebagai satu kesatuan wilayah, yaitu kepulauan Indonesia, tanah di bawah perairan dan landas kontinen.”

UU baru yang membuat si kecil berharap, semoga halaman rumahku bukan tanah yang kaya, apalagi berisi minerba Du!.

Baca Juga : Sekedar Tentang Nasionalisme

Luhut : “RI butuh 270 ribu sarjana teknik di tahun 2025,” membuat si besar semakin tidak takut lapar.

Du, kalau Nia sudah tak lagi indah tubuhnya dan kau sudah tak lagi perkasa.

maafkanlah aku yang bahkan tak bisa menjadi tangan kirimu yang bisa kau gunakan untuk membersihkan kopet di anusmu.

Apa lagi untuk merangsang nia saat kalian bersenggama, supaya dengan bahagia mengandung calon generasi waras, maafkanlah Du.

Du, Nia, ini bukan soal siapa yang mendominasi atau berkuasa

Mau cina atau amerika, jokowi atau prabowo, DPR, MPR atau MK atau kemampuan KPK atau siapapun.

Tapi, tentang betapa seorang ibu hamil meninggal bersama bayinya ketika dibawa ke rumah sakit karena indikasi corona.

Tentang berapa bayi kehabisan airmata karena susu ibunya habis dibakar menjadi listrik di PLTU, entah mereka takut atau sudah lusuh tak bisa berbuat apa.

Ternyata tak sederhana Du, Nia, sekali lagi maafkan aku. Apa sudah tidak ada lagi orang yang mau cewok di dunia ini?.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.