Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

KARENA KU CINTA ~ Oleh Ajeng Sri Rahayu

379

Karena Ku Cinta | Di saat kebekuan menyapa, adakah kau datang membawa pelita? Adakah kau tau betapa ku merindu? Rindu yang membeku di atas bongkahan salju.

Garda.. dimanakah engkau berada? Aku ada sementara kau tiada, aku mengada hanya untuk petaka, tanpa arti tanpa janji. Ku cari kau sembunyi, ku dekap kau kalap, ku rindu kau tetap beku.

Ku berjalan melewati pesona pantai yang meminderkanku, pesonanya begitu indah, seindah goresan penamu. Mengapa hadir, jika hanya untuk menambah luka, datang dan pergi tiada arti untukmu. Seperti halnya petang tanpa senja, begitulah aku tanpa mu.

Kenapa memberi makna tapi membuat luka? Rindu dan benci silih berganti dalam qolbu, adakah kau tau?

“Hei, sedang apa?” Suara itu mengagetkanku, suara yang sangat ku rindu menggetarkan qolbu, mata masih ku pejam, karena ku tau ia pasti berlalu.

“Kenapa?” Tanyanya lagi. Kenapa peduli? Kenapa kesini? Ku mohon kau pergi. Aku hanya tetap diam, tak mau lagi peduli, tak mau lagi mengerti.

Ia meraih tanganku dan mendekapnya dalam dada. Kenapa? Kenapa ia melakukannya? Tolong lepaskan.. aku tak mau masuk lagi dalam kepiluan. Aku mencoba melepaskan, tapi ia menggenggamnya erat.

“Lepaskan” ucapku kasar tanpa mau melihatnya.

“Maaf, ini semua bukan inginku, aku tak mampu berbuat apapun” ucapnya lagi.

“Maaf untuk apa?” Tanyaku menoleh penuh emosi.

“Maaf untuk makna yang tak mampu bermakna, atas cinta yang tak seharusnya ada, dan atas rindu yang semakin menggebu. Dia lebih baik untukmu begitu pun dirimu” aku menoleh sinis ke arahnya dan dengan keras menarik tanganku dalam dekapnya.

“Pecundang” ucapku marah. sambil berlalu, aku berlari dengan air mata pilu, untuk apa datang jika hanya untuk mengatakan itu.

You might also like
1 Comment
  1. Den zf says

    Mantap ma rahay

Leave A Reply

Your email address will not be published.