Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

Kasih sayang bapak – Oleh Kang Pur

29

Kasih sayang bapak Sepertinya tulisan ini akan sedikit tabu karena aku adalah seorang laki-laki, karena wajarnya seorang lelaki memiliki gengsi yang besar untuk mengungkapkan kasih sayang kepada sesama laki laki, walaupun masih mempunyai hubungan darah tetap saja tabu.

Sangat tepat bila dikatakan semua anak ingin sekali memeluknya, namun sayang untuk laki-laki itu bukan suatu yang lumrah.

Namun, sebagian ada juga anak yang menganggap hal itu lumrah, maka beruntung lah mereka.

Tulisan ini dibuat bukan untuk membandingkan antara mama dan bapak, mereka punya cara masing masing untuk itu.

Seolah mereka memang sudah membagi tugas dan juga membuat konsep sedemikian rupa untuk memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya.

Tetapi, keliru juga bila dikatakan bapak mempertahankan kualitas dan mama memepertahankan kuantitas.

Mereka bersama-sama memperjuangkan kualitas dan kuantitas yang secukupnya, perbedaannya adalah dalam caranya.

Mama yang di dasari oleh sifat feminimnya maka mengasihi anaknya dengan cara lemah lembut dan memanjakan.

Berbanding terbalik dengan bapak yang memiliki sifat dasar maskulin, menyayangi dengan kemandirian, kepribadian, dan tanggung jawab.

Maka, dengan sendirinya hukum keluarga akan terbentuk, yang menyebabkan anak akan lebih mencintai dan menyayangi mamanya ketimbang bapaknya.

Baca Juga : Aib – Oleh Kang Pur

Sehingga memandang seorang bapak sebagai sosok yang keras dan tidak penyayang, tidak sepeti seorang mama, tanpa disadari disini sudah terjadi pembagian tugas antara mama dan bapak.

Dengan begitu kita sudah sadar akan pengorbanan bapak untuk membentuk keperibadian, kemandirian, dan tanggung jawab dalam diri kita, dan dia tidak memperdulikan seorang anak akan membecinya atau tidak.

Karena memang itu sudah menjadi misinya untuk mendidik anaknya, dan kalau di padang dalam kaca mata lain itu bukanlah bentuk dari kekerasan, keangkuhan, membenci dan tidak peduli.

Namun, itu adalah cara dia untuk menyayangi anaknya, dan dia sadar bahwa suatu saat nanti anak akan memahami mengapa bapak harus bersifat demikian.

Pengorbanan demikian bukanlah pengorbanan yang mudah, namun dia tidak menganggap bahwa itu adalah pengorbanan.

Dia hanya menganggap hal itu konsekuensi yang harus diterima untuk kebaikan anaknya di masa yang akan datang.

yang bisa dia lakukan hanya menunggu menunggu dan menunggu hingga anaknya sadar bahwa bapak memang menyayanginya.

Bahkan terkadang untuk mengetahui keadaan anaknya dia akan bertanya kepada mama.

Persoalan ini akan menyadarkan kita bahwa bapak memang memiliki cara yang berbeda untuk menyayangi anaknya.

Bahkan, kesayangannya terhadap anak bisa saja melampaui mama, pada dasarnya mereka pasti menyayangi, dan mempunyai cara-cara tersendiri untuk melakukannya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.