Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

Lakukan apa yang menurutmu baik dan jangan lakukan apa yang menurutmu buruk – Oleh Kang Pur

15

Lakukan apa yang menurutmu baik Melakukan suatu hal yang baik semestinya tidak harus menggunakan alasan apapun, kerap kali kita memiliki inisiatif baik kepada suatu hal yang baik.

Tentu ini tidak akan menjadi pelajaran buat kita, kelirunya lagi kita menganggap bahwa sesuatu hal yang tidak baik menurut takaran kita adalah buruk.

Kebaikan memiliki takaran masing-masing, belum tentu kebaikan yang bukan pada takaran kita adalah keburukan.

menurut meng zi “pada dasarnya manusia memiliki sifat dasar kebaikan tanpa disentuh oleh suatu apapun”.

Dengan menyadari potensi yang telah dikatakan oleh meng zi maka setiap manusia memiliki potensi yang sama dalam melakukan apapun termasuk melakukan kebaikan.

Tentu saja takaran kebaikan tokoh agama dengan manusia awam berbeda, perbedaanya adalah tokoh agama telah mendapatkan alasan-alasan yang baru dalam kitab-kitab sucinya untuk berbuat baik, namun manusia awan berbuat baik berdasarkan apa yang pernah dirasakannya.

Gusdur mengatakan “apa yang kamu rasakan sekarang adalah akibat dari apa yang telah kamu perbuat”.

Maka, di setiap kita melakukan kebaikan maka akan ada masanya kita akan mendapatkan akibat dari kebaikan tersebut.

Baca Juga : Kasih Sayang Bapak – Oleh Kang Pur

Masalahnya adalah kita seringkali berfikir bahwa kebaikan yang kita lakukan harus juga berdampak pada saat kita melakukan kebaikan itu.

Dalam buku karya Kahlil Gibran, the prophet (sang nabi) terdapat perkataan dari Emerson yang menjelaskan bagaimana sebaiknya seseorang berfikir tentang kebaikan.

“Kalian baik bila berjalan dengan pasti dan dengan langkah yang tegas mengarah pada tujuan. Namun, kalian tidak jahat bila berjalan terpincang-pincang kesana. Bahkan mereka yang pincang tidak berjalan mundur”.

Perkataan itu mengajarkan kepada kita untuk selalu memandang bahwa setiap manusia berusaha untuk menuju pada kebaikan, hanya dengan cara yang berbeda, dan bahkan seburuk apapun yang pernah dilakukan seseorang pasti tersimpan tujuan baik yang besar di dalam benaknya.

Batu yang dibenturkan dengan batu tidak akan menghasilkan apapun, itu hanya menghancurkan salah satu dari batu yang lemah.

Itulah pengibaratan yang cocok digunakan ketika sesuatu hal yang buruk dilawan dengan sesuatu hal yang buruk lagi.

Maka, ketika kita melihat suatu hal yang bahkan paling buruk sekalipun harus dilawan dengan kebaikan.

Kefanatikan terhadap sesuatu rentan sekali berdampak kepada kebencian, bahkan itu berlaku ketika terlalu fanatik terhadap suku, agama, dan negara.

Apa yang kau lihat, baca dan dengar harus dipikirkan terlebih dahulu dan akan menunjukanmu suku, agama, dan negara memiliki mitologinya masing-masing (kultur diferensial).

Menurut filosofi orang belanda, “kebencian hanya akan menghasilkan kehancuran dalam dirimu sendiri”.

Maka, lakukan apa yang menurutmu baik, karena tidak akan pernah kebaikan berdampak buruk kepada yang melakukannya, dan keburukan pasti akan selalu berdampak buruk kepada yang melakukanya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.