Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

Marwan dan Para Demonstran

28

Setelah Khalifah Utsman menyampaikan pidato terbukanya, respons positif mulai berdatangan dari orang-orang dan pihak-pihak yang telah sekian lama menunggu kabar tersebut. Namun, bagi sebagian yang tidak suka dan mengutuk pidato tersebut, tentu maklum jika mulai memunculkan reaksi negatif terhadap Khalifah Utsman. Hanya saja, reaksi itu ada yang sampai kebablasan hingga memunculkan permasalahan lanjutan.

Marwan merupakan pejabat di Madinah yang pertama kali dipecat oleh Khalifah Utsman melalui pidatonya. Marwan lantas mendatangi Khalifah Utsman dengan maksud mengutarakan pembelaan sekaligus membatalkan vonis pemecatannya. Namun sayangnya, keinginan Marwan untuk tetap memegang jabatannya sudah tidak dapat dilakukan lagi. Khalifah Utsman sudah terlanjur memecatnya dan tidak berminat sama sekali untuk merevisi keputusannya itu.

Iklan Adcto

Tidak lama setelah Marwan gagal melakukan pendekatan dan rayuan, Marwan mendapat kabar kalau di luar bangunan rumah Khalifah Utsman sedang ada sekumpulan orang yang bermaksud menemui Khalifah Utsman. Dalam kondisi sang Khalifah yang masih murka terhadap Marwan dan tidak mau tahu dengan segala ucapan dan rayuan itu, Marwan menyampaikan kabar, bahwa ada segerombolan orang yang sedang menunggu Khalifah. Omongon Marwan saat itu memang benar, namun disampaikan secara kurang tepat dan dalam kondisi yang tidak tepat pula. Khalifah Utsman yang mungkin merasa dikibuli itu segera menyentak Marwan untuk menemui mereka sesuka dirinya.

Tanpa diketahui oleh Utsman ternyata Marwan benar-benar menyampaikan perkataan-perkataan yang tidak baik terhadap orang-orang yang sedang antri menemui Khalifah Utsman. Berikut ini perkataan Marwan yang berisi tudingan, ancaman, dan tantangan untuk orang-orang tersebut.

“Kalian datang untuk merebut kerajaan dari tangan kami. Keluarlah kalian semua dari sisi kami. Demi Allah, jika kalian membangkang kepada kami, niscaya kalian akan menghadapi kesulitan dan tidak akan menyukai akibatnya.”

Sebubarnya orang-orang yang didamprat oleh Marwan itu pun beredar kabar kalau Khalifah Utsman telah mengeluarkan pernyataannya kepada mereka melalui kalimat-kalimat yang disampaikan oleh asistennya. Kabar itu pun semakin cepat beredar dan menggegerkan para pejabat di Madinah dan sahabat dengan Utsman. Sedangkan para orang-orang yang sudah terlanjur membenci Utsman, mulai menggalang persatuan untuk melakukan demo besar-besaran kepada Khalifah ini.

Sumber: Buku Tragedi Pembunuhan Khalifah Ali

Catatan:
Mari berbagi Ungkapan, Sajak, Puisi, Syair, Qoutes, & Cerita, Ungkapkan “SajakManisSantri” mu, bakalan diramaikan oleh squad @ctosantrix . Yang ingin direpost silakan tag akun kami @ctosantrix atau kirim tulisan kalian via DM / WA di Bio atau di kolom komentar, dan jangan di privat akunya. Salam Manis Santri ?

Admin ctosantrix
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.