Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

Pendidikan Anak vs Cengkraman Tekonologi

11

Pendidikan anak saat ini mendapat tantangan besar dari semakin kuatnya cengkeraman teknologi. Sementara pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan.

Hanya dalam beberapa tahun ke belakang saja, kecanggihan teknologi mengakar dalam sendi-sendi kehidupan manusia di bumi nusantara.

Tidak terbatas usia, dari mulai anak yang masih berusia dini sampai orang tua sudah begitu mengenal apa yang disebut teknologi.

Hal ini tentu memiliki sisi yang sangat baik sebagai suatu pergerakan zaman, hanya saja banyak sisi kekurangan yang kurang atau bahkan seperti tidak diperhatikan.

Pendidikan anak salah satu diantaranya, di mana kecanduan game sudah menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan pendidikan untuk anak.

Ancaman Teknologi Terhadap Pendidikan Anak

Masa kanak-kanak hingga dewasa merupakan waktu dimana pembelajaran hal-hal yang mendasar untuk masa depannya diberikan.

Tidak hanya pelajaran-pelajaran formal, tetapi mulai dari pembelajaran agama, pembelajaran karakter, pencarian dan pengembangan potensi, hingga moral dan etika.

Sepertinya untuk pendidikan formal masih bisa kita atau orang tua pantau, berhubung sekolah sudah menjadi kewajiban di Negara ini.

Hanya saja bagaimana dengan pendidikan lainnya yang justru seringkali lebih sulit diberikan ketimbang pendidikan formal.

Semakin canggih teknologi justru seperti membuat semua orang lalai terhadap itu, dan pendidikan anak mulai tercengkram oleh teknologi.

Misalnya saya anak mau belajar atau mengerjakan PR dari sekolah kalau diberikan handphone yang bisa untuk bermain game.

Pertanyaannya, apakah benar anak akan benar-benar mengerjakan PR yang diberikan gurunya atau hanya menulis untuk mendapat nilai dan memenuhi janji.

Apakah tujuan pembelajaran dari adanya tugas akan tercapai ketika si anak diberikan HP yang bisa main game, bukankah dia akan lebih fokus dan lebih banyak memikirkan gamenya daripada belajar.

Ini dalam pelajaran formal, hal yang lebih mengkhawatirkan bagaimana kita bertanggungjawab ketika ditanyakan, bagaimana pendidikan agama hingga etika si anak?. Cengkraman teknologi ternyata lebih kuat dari itu.

Pentingnya Pendidikan Usia Dini

Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Anak sebagai manusia yang masih kurang dalam pengetahuan haru mendapat pendidikan sejak kecil supaya mampu mengemban amanah khalifah atau kepemimpinan.(QS: Al-Baqarah, 30).

Hal ini menunjukan bahwa pendidikan karakter terhadap anak sangat penting sehubungan dengan tujuan diciptakannya manusia sebagai pemimpin di bumi.

Secara sederhana pemimpin berarti harus mampu merawat dan mengelola bumi yang di pijak serta apapun yang ada di dalamnya dengan cara sebaik-baiknya.

Ketika berbicara sebaik-baiknya, maka sangat banyak hal yang harus dipersiapkan mulai dari hati, fikiran dan perbuatan.

Sepertinya tidak kurang-kurang orang yang hanya pintar fikirannya menghasilkan kelakuan yang merusak yang berarti fungsi akalnya tidak terlalu berguna untuk membedakan yang haq dan yang batil.

Inilah sebabnya pendidikan anak sangatlah penting sejak dini untuk membangun pondasi dalam berbagai hal yang diperlukan supaya mampu memimpin bumi yang dipijaknya.

Tempat pertama melakukan itu adalah keluarga dan semua tempat yang bisa dijadikan sarana belajar, seperti disampaikan oleh Muhammad Qutub dalam kitabnya Minhajul Al-Tarbiyyah Al-Islamiyyah.

“Rumah, Jalan, sekolah dan masyarakat merupakan pilar pendidikan besar, sementara rumah merupakan tempat yang paling kuat dari pilar-pilar tersebut”.

Oleh karena itu, segala hal yang menghambatnya harus ditangkal atau diperbaiki sejak dari rumah melalui keluarga.

Termasuk salah satunya teknologi yang benar-benar mengancam pendidikan anak harus diupayakan untuk diarahkan kepada hal-hal yang lebih bermanfaat.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.