Dari Santri Untuk Negri | Nderek Dawuh Abah Kyai

Selamat Hari Santri Nasional, Pesan Ibu dan Pepatah Guru

39

Selamat Hari Santri Nasional saya ucapka kepada semua sahabat santri dan santri wati. Selamat karena tetap berada di garis perjuangan dan tidak menyerah akan zaman.

Ketika berbicara santri, kesan yang didapat atau fikiran yang terlewat adalah Ilmu dan belajar, semuanya saja tentang ilmu, karena betapa memang itu kehidupan di pondok pesantren.

Kemudian, sedikit pepatah saya ingat tentang mencari ilmu, biasanya disampaikan orang tua kepada anaknya yang ingin belajar jauh dari rumah dan jarang pulang, dalam bahasa sunda, “Jig jang mangkat, sing junun neangan elmuna”.

Pepatah itu terngian karena itu pula yang disampaikan ibu saat akan berangkat ke pondok beberapa tahun silam. Ketika saya coba fahami maksudnya, ternyata tersirat didalamnya restu yang mendalam dan harapan yang besar.

Jika dibahasa Indonesia kan, kira-kira seperti ini artinya, “berangkatlah nak, gila-lah dalam mencari ilmu,” sempat saya fokus dan bertanya tentang kata gila, mungkin seperti sahabat saat mendengar pepatah itu.

Kenapa harus gila, sekilas seperti yang kurang enak didengar, tapi pepatah tentunya bertujuan baik, tidak mungkin orang tua atau seorang ibu menyuruh anaknya menjadi gila.

Namun, ternyata disitulah harapan besar diungkapkan, bahwa kata gila tidak menjadi sederhana ketika disampaikan dalam pepatah. Pengertianya tidak seperti pengertian pada umumnya.

Pepatah Guru

Sebagai satu contoh bagaimana “gila” tidak sederhana pengertiannya dalam pepatah itu, kita ambil satu pepatah lagi dari Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar KH. Munawwir Abdurrohim, M.A. dan selalu beliau sampaikan kepada para santri dan santri wati.

“Baca, tanya – baca, tanya – baca, tanya,” betapa sering saya mendengar kata itu beliau sampaikan dan betapa pentingnya hal itu dalam mencari ilmu saya sadari saat ini.

Kita tahu bahwa dengan membaca seorang manusia bisa mendapatkan pengetahuan dan bisa membuat pengetahuan itu menjadi lebih bermanfaat, sementara bertanya sangat penting untuk tidak tersesat, mari kita sedikit membahasnya sehubungan dengan pepatah beliau.

Membaca dalam Belajar

Baca, artinya dalam belajar harus membaca, membaca apapun, mulai dari Al-qur’an, kitab-kitab, buku dan bahkan lingkungan serta fenomena kehidupan menjadi bagian-bagian yang penting dibaca dalam proses mencari ilmu.

Bahkan seorang manusia dibekali daya membaca sekak dilahirkan. Bayi bisa berbicara karena mendengar kemudian membaca gerak tubuh atau ekspresi orang-orang disekritarnya, membaca jadi bagian penting.

Selanjutnya, dalam hal membaca buku atau kitab menjadi penting karena itu sumber pengetahuan secara teoritisi selain seumber pengetahuan berdasarkan realitas atau data.

Hanya, barang tentu bayi tidak bertanya karena belum mempunyai pengetahuan dasar yang memungkinkan dia bertanya, tapi di sini terlihat bahwa membaca menjadi hal yang sangat penting dalam belajar sebelum kemudian dapat bertanya.

Bertanya Setelah Membaca

Tanya, sebuah pertanyaan bisa keluar karena 1 hal, yaitu tidak tahu. Namun sedikit orang menyadari kalau ketidak tahuan berasal dari pengetahuan, ini mungkin sedikit membingungngkan tapi sangat sederhana.

Ibaratkan saja, “saya bertanya ke tukang ojek dimana lokasi toko kitab terdekat supaya bisa membeli kitab dengan cepat,” misalkan. disini saya tidak tahu jalan menuju toko kitab terdekat, tapi saya tahu kalau membeli kitab itu di toko kitab.

Kemudian, pengetahuan tambahan dalam pertanyaan itu adalah bahwa yang paling mungkin mengetahui toko kitab yaitu tukang ojek, karena suka mengantar orang dan tahu lokasi sekitar.

Jadi, pengetahuan kalau membeli kitab di toko kitab dan tukang ojek adalah orang yang tahu lingkungan sekitar diibaratkan pengetahuan dasar yang menimbulkan pertanyaan selanjutnya.

Sehingga, hal yang memungkinkan seseorang tidak bertanya adalah ketika tidak melakukan apapun atau tidak memiliki pengetahuan apapun selain faktor terahir yaitu mental, atau sederhananya pertanyaan akan muncul setelah ada proses untuk memahami.

Selain itu, ketika seseorang bertanya atau bahkan sering bertanya, dapat dipastikan pengetahuannya akan berkembang dan terus bertambah, memungkinkan adanya pengetahuan baru serta berbagi hal lain dalam ilmu.

Oleh karena itu pepatah yang disampaikan KH. Munawir Ar. merupakan dua hal yang sangat penting dan mendasar dengan proses yang tidak sederhana, untuk seorang dapat membaca dengan baik dan dapat bertanya dengan baik harus melalui proses belajar yang matang.

Dan barang tentu, jika dilihat dari betapa luasnya ilmu dan potensinya “baca dan tanya” hanya satu hal dan satu bagian penting serta mendasar dalam mecari ilmu, sementara masih banyak sekali bagian yang perlu difahami dan diikuti.

Dari itu semua saya fikir kata gila sangat pantas disampaikan seorang ibu sebagai ungkapan harapan besar keberhasilan anaknya dalam mecari ilmu yang memerlukan perjuangan berat dan panjang, di mana ketika orang benar-benar tekun dalam belajar akan terlihat tergila-gila.

Terakhir, saya teringat sebuah hadist yang mengatakan, malaikat menjadikan sayapnya permadani untuk orang-orang yang menempuh perjalanan mencari ilmu, dalam hal ini betapa tuhan memuliakan para pecari ilmu atas perjuangannya, karenanya sekali lagi saya ucapkan “Selamat Hari Santri Nasional dan Selamat atas tetap berada dalam garis perjuangan”.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.