Promosikan Brand Anda

0Rp0.00

Shopping Cart

close

Tidak ada produk di keranjang.

Return to shop

Promosikan Brand Anda

0Rp0.00

Shopping Cart

close

Tidak ada produk di keranjang.

Return to shop

Pertama, Budaya

Pesantren itu mempunyai kebudayaan yang bisa dikembangkan sedemikian rupa dan itu harus mandiri. Kalau membahas indonesia, maka tidak bisa lepas dari pesantren. Pesantren itu sebuah peradaban besar yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama. Sejak Raden Fatah menjadi Sultan Demak, itu merupakan bagian dari peradaban pesantren. Pada masa prakemerdekaan, pesantren ikut mendorong terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Setelah merdeka, pesantren ikut menjaga kedaulatan NKRI ini apa pun taruhannya. Oleh sebab itu pesantren harus mampu merumuskan kembali manifesto kebudayaannya yang selaras dengan isu-isu kekinian.

Kedua, Mandiri Secara Ekonomi

Sampai saat ini pesantren itu tidak mendapatkan sentuhan APBN atau APBD, sekalipun sama-sama ikut membayar pajak kepada negara. Jasa pesantren untuk NKRI juga tak perlu diragukan. Kenyataannya pesantren survive serta terus berkembang. Kemandirian ekonomi ini mutlak diwujudkan karena kalau dana APBN masuk ke pesantren, pasti ada resiko hukum dan administratif yang bisa saja akan membatasi kreatifitas pengembangan keilmuan yang di pesantren.

Iklan Adcto

Ketiga, Kemandirian Secara Politik

Di sentra-sentra pesantren seperti Jawa Timur dan Jawa Barat, tampak sekali bagaimana politik praktis ikut “merusak” hubungan antarpesantren yang berbeda kandidat. Tak bisa dipungkiri perbedaan kandidat atau jago ini melahirkan kubu-kubu. Sekalipun semua calon dari NU, siapa pu yang menang maka yang kalah justru NU. Kalah secara kultural dan organisasional. Karena siapa pun yang menang, cost sosial yang dibayarkan dalam hajat politik seperti Pilkada, jauh lebih besar daripada manfaat yang mereka terima. Apalagi jika terjadi like and dislike dalam alokasi APBD yang lebih mendahulukan pesantren pendukung kandidat tertentu, ini akan menimbulkan luka yang lama sembuhnya.

Dengan tiga kemandirian itulah pesantren akan menjadi pilihan masyarakat. Atau menjadi sistemm pendidikan nasional. Untuk menuju ke arah itu, pesantren telah memberi bukti. Dari sisi sejarahnya sudah teruji, basis tradisinya kokoh berakar, hingga loyalitasnya pada negara yang tidak diragukan lagi.

Sumber: Buku NU Penjaga NKRI [Tiga Kemandirian]

Catatan:
Mari berbagi Ungkapan, Sajak, Puisi, Syair, Qoutes, & Cerita, Ungkapkan “SajakManisSantri” mu, bakalan diramaikan oleh squad @ctosantrix . Yang ingin direpost silakan tag akun kami @ctosantrix atau kirim tulisan kalian via DM / WA di Bio atau di kolom komentar, dan jangan di privat akunya. Salam Manis Santri ?

Admin Ctosantrix

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare